Senin, 12 Oktober 2015

Becak


Becak sebagai alat transportasi
Anda pernah mencoba naik becak? Kata “becak” berasal dari bahasa Hokkien “be chia” yang artinya”kereta kuda”. Di Indonesia becak tidak berkuda. Becak adalah kendaraan beroda tiga. Penumpangnya hanya satu atau dua orang saja. Pengemudi atau penarik becak biasanya disebut “tukang becak”, umumnya ada di belakang, tapi ada juga yang di depan.

Becak masih terdapat di kota-kota kecil tapi tidak lagi menjadi alat transportasi utama. Di kota Jakarta becak sudah tidak ada lagi. Pada tahun 1980an pemerintah daerah kota Jakarta melarang adanya becak di Jakarta. Becak jalannya lambat sehingga menambah kemacetan. Di Jogjakarta masih terdapat banyak becak, umumnya digunakan oleh para turis berkeliling kota.

Becak hias di kota Malaka - Malaysia
Becak ada juga di negara-negara Asia lain, dengan nama yang lain, dan bentuk yang sedikit berbeda. “Trishaw” adalah becak di Singapura, Anda hanya bisa melihatnya di beberapa lokasi saja, misalnya di daerah Bugis atau di Chinatown. Becak di Singapura menjadi ikon pariwisata, untuk mengantar turis berkeliling menikmati keindahan kota. Kalau Anda sempat berkunjung ke kota Malaka di Malaysia, di sana juga ada becak hias untuk mengantar turis berkeliling.

naik becak (sumber foto:tempo.com)
Baru-baru ini, ada seorang tukang becak menjadi topik di media sosial di Indonesia. Bapak penarik becak yang bernama Mugiyono ini mengantar putrinya, Raeni, ke acara wisuda dengan naik becak. Raeni mahasiswa berprestasi, lulus cum laude dan mendapat beasiswa ke Inggris. Di jaman modern ini banyak orang menganggap rendah pekerjaan menjadi tukang becak. Kisah Raeni dan bapaknya ini menjadi kisah inspiratif untuk banyak orang. Kalau Anda tertarik, Anda bisa membacanya di sini.

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Terima kasih banyak Pak Pujo, atas kunjungannya. Semoga artikel lain bisa berguna juga. Salam hangat.

      Hapus